ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN PENERAPAN NESTING TERHADAP SUHU BADAN PADA BAYI BBLR DI RUANG NICU RSUD SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI
Author(s):
MARWAN MAULANA MUHARAM
Tahun:
2024
NIM Mahasiswa:
C1AC23066
Nama Mahasiswa:
MARWAN MAULANA MUHARAM
Nama Penulis:
MARWAN MAULANA MUHARAM
Item Type:
Karya ilmiah mahasiswa (tesis, skripsi, KTI, laporan PKL)
Keyword(s):
BBLR, Suhu Tubuh, Penerapan Nesting
Abstract :
Salah satu masalah kritis yang dapat menyebabkan kematian pada bayi berat
lahir rendah (BBLR) adalah hipotermia. Oleh sebab itu diperlukan asuhan
keperawatan yang tepat salah satunya dengan cara penerapan nesting. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk menjelaskan asuhan keperawatan dengan penerapan
nesting terhadap peningkatan suhu tubuh pada BBLR di Ruang NICU RSUD
Sekarwangi Kabupaten Sukabumi.
Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram
terlepas dari usia kehamilan. Salah satu development care pada BBLR yaitu nesting
berguna untuk menopang tubuh bayi dan juga memberikan tempat yang nyaman.
Metode yang digunakan yaitu studi kasus pada satu orang BBLR dengan DX
hipotermi, asuhan keperawatan dilakukan selama 3 hari dan intervensi nesting
dilakukan setiap hari secara penuh selama 3 hari, pemantauan suhu dilakukan setiap
3 jam.
Hasil implentasi didapatkan pada hari pertama peningkatan suhu yaitu menjadi
36,50C, pada hari kedua terjadi peningkatan suhu menjadi 36,80C dan pada hari
ketiga terjadi peningkatan suhu menjadi 37,10C. Sehingga total peningkatan selama
3 hari yaitu 1,00C
Kesimpulan penerapan nesting berpengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh
bayi BBLR. Disarankan bagi perawat untuk melaksanakan penggunaan nesting
secara berkelanjutan pada BBLR diruang NICU agar pemulihan dan kestabilan
suhu tubuh BBLR bisa dilaksanakan dengan tepat dan cepat.
lahir rendah (BBLR) adalah hipotermia. Oleh sebab itu diperlukan asuhan
keperawatan yang tepat salah satunya dengan cara penerapan nesting. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk menjelaskan asuhan keperawatan dengan penerapan
nesting terhadap peningkatan suhu tubuh pada BBLR di Ruang NICU RSUD
Sekarwangi Kabupaten Sukabumi.
Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram
terlepas dari usia kehamilan. Salah satu development care pada BBLR yaitu nesting
berguna untuk menopang tubuh bayi dan juga memberikan tempat yang nyaman.
Metode yang digunakan yaitu studi kasus pada satu orang BBLR dengan DX
hipotermi, asuhan keperawatan dilakukan selama 3 hari dan intervensi nesting
dilakukan setiap hari secara penuh selama 3 hari, pemantauan suhu dilakukan setiap
3 jam.
Hasil implentasi didapatkan pada hari pertama peningkatan suhu yaitu menjadi
36,50C, pada hari kedua terjadi peningkatan suhu menjadi 36,80C dan pada hari
ketiga terjadi peningkatan suhu menjadi 37,10C. Sehingga total peningkatan selama
3 hari yaitu 1,00C
Kesimpulan penerapan nesting berpengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh
bayi BBLR. Disarankan bagi perawat untuk melaksanakan penggunaan nesting
secara berkelanjutan pada BBLR diruang NICU agar pemulihan dan kestabilan
suhu tubuh BBLR bisa dilaksanakan dengan tepat dan cepat.